Anak Jadi Picky Eater, Kenali Penyebab dan Solusinya

KOMPAS.com – Memiliki anak yang picky eater atau pilih-pilih makanan bisa membuat orangtua merasa pusing. Pasalnya, kebiasaan picky eater pada anak dapat memengaruhi asupan nutrisinya. Lebih lanjut, masalah ini akan memengaruhi tumbuh kembangnya. Seperti diketahui, kebiasaan memilih-milih makanan dapat menyebabkan berbagai gangguan. Lantas, apa saja berbagai gangguan yang dapat disebabkan dari salah satu masalah makan ini? Pertama, kekurangan nutrisi penting. Anak yang memilih makanan kerap menghindari makanan sehat seperti sayuran, buah-buahan, dan sumber protein. Akibatnya, anak berisiko mengalami kekurangan vitamin, mineral, serat, protein, serta lemak sehat. Berbagai nutrisi ini penting untuk menjaga kesehatan dan fungsi tubuh yang optimal. Kedua, gangguan pertumbuhan. Asupan nutrisi yang tidak memadai dapat berdampak negatif pada pertumbuhan fisik anak. Kekurangan nutrisi seperti zat besi, kalsium, atau vitamin D dapat menghambat pertumbuhan tulang dan otot. Ketiga, masalah kesehatan jangka panjang. Kebiasaan picky eater, apalagi jika anak hanya memilih makanan yang manis, dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko anak untuk mengalami masalah kesehatan jangka panjang, seperti obesitas dan diabetes tipe 2. Selain masalah tersebut, kebiasaan picky eater pada anak juga dapat menyebabkan berbagai masalah lain, seperti rendahnya energi dan stamina, rendahnya daya tahan tubuh, serta gangguan pencernaan. Lalu, apa saja penyebabnya? Kurangnya pengenalan makanan pada usia dini Pada usia enam bulan, idealnya anak diperkenalkan pada berbagai jenis makanan padat selain air susu ibu (ASI) atau susu formula. Proses ini dikenal sebagai pemberian makanan pendamping ASI atau MPASI. Jika anak tidak diperkenalkan pada berbagai makanan, mereka menjadi kurang terbiasa dengan rasa dan tekstur makanan baru. Akibatnya, mereka cenderung memilih makanan yang sudah dikenal sebelumnya. Hal ini membuat mereka menjadi picky eater terhadap makanan baru. Untuk menghindari hal itu, orangtua harus memberikan anak MPASI yang variatif dan seimbang sejak usia enam bulan. Anak harus diberi kesempatan untuk mencicipi semua jenis rasa, mulai dari manis, gurih, asam, pahit, hingga asin. Dengan demikian, anak akan lebih terbuka dan fleksibel dalam memilih makanan. Anak bosan dengan makanan Seperti orang dewasa, anak-anak dapat menjadi bosan dengan makanan yang sama jika diberikan berulang kali. Kurangnya variasi dalam makanan dapat menyebabkan anak merasa kurang tertantang dan tertarik untuk mengeksplorasi rasa dan tekstur makanan yang berbeda. Untuk mengatasinya, orangtua dapat berkreasi dalam menyajikan makanan dengan mengubah bentuk, warna, serta cara memasak. Misalnya, sayuran bisa dibuat menjadi bentuk atau karakter yang ia sukai, seperti bunga, hewan, dan tokoh kartun. Selain itu, orangtua juga harus memberikan anak pilihan makanan yang sehat dan sesuai selera mereka. Adanya tekanan pada proses pemberian makan Penyebab anak jadi picky eater berikutnya adalah tekanan pada proses pemberian makan. Saat orangtua atau pengasuh memberikan terlalu banyak tekanan, anak bisa merasa stres atau tertekan saat makan. Seperti diketahui, tekanan yang berlebihan dapat menyebabkan anak mengalami kecemasan terhadap makanan atau merasa tidak nyaman saat makan sehingga takut ketika harus makan. Akibatnya, mereka menjadi lebih selektif dalam memilih makanan dan mungkin menolak makanan yang ditawarkan. Sebagai solusi, orangtua harus menciptakan suasana makan yang nyaman dan menyenangkan saat makan. Jangan memarahi atau mengancam anak jika tidak mau makan, karena dapat membuat anak tertekan. Hal yang tidak boleh dilupakan adalah memberikan apresiasi. Tak ada salahnya bagi orangtua untuk memberikan pujian atau hadiah jika mereka mau mencoba makanan baru. Parental feeding style Cara orangtua memberi makan anak juga dapat memengaruhi perilaku picky eater. Sebagai gambaran, beberapa orangtua terlalu memanjakan anak dengan makanan favorit atau yang diinginkan. Hal ini dapat membuat anak kurang terbuka untuk mencoba makanan baru. Sementara itu, sebagian orangtua lainnya kerap memaksa anak agar memakan makanan tertentu. Akibatnya, anak merasa terpaksa saat mengonsumsi makanan sehingga meningkatkan kemungkinan perilaku picky eater. Sebagai solusi, orangtua harus menemukan keseimbangan antara memberikan batasan dan kebebasan pada anak saat makan. Orangtua bisa mengajak anak makan bersama untuk memberikan contoh yang baik kepada anak. Ajari anak mengonsumsi makanan sehat dan bervariasi. Anak kurang mengeksplorasi makanan Anak yang kurang aktif atau tertarik dalam mengeksplorasi makanan bisa menjadi salah satu penyebab picky eater. Pasalnya, mereka tidak tahu rasa makanan tersebut. Selain itu, beberapa anak juga mengalami ketakutan untuk mencoba makanan baru karena khawatir atau cemas terhadap rasa, tekstur, serta penampilan. Kecenderungan ini bisa berasal dari pengalaman sebelumnya yang kurang menyenangkan dengan makanan atau kurangnya kesempatan untuk mencoba makanan baru. Untuk mengatasinya, orangtua harus memberikan kesempatan pada anak untuk berinteraksi dengan makanan baru dengan cara menyenangkan dan aman. Jangan langsung menyerah jika anak menolak makanan baru. Cobalah mengenalkan berbagai menu baru pada anak dengan jeda waktu yang cukup. Itulah beberapa penyebab anak picky eater beserta solusi yang bisa dilakukan orangtua. Jika anak Anda mengalami picky eater, Anda harus tetap mencoba berbagai cara untuk mengatasinya. Bila perlu, orangtua dapat memberikan nutrisi tambahan sehingga meningkatkan nafsu makan anak. Salah satu nutrisi tambahan yang bisa Anda berikan kepada anak adalah susu Morigro. Susu ini dapat membantu orangtua melengkapi kebutuhan nutrisi harian anak.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *