Benarkah Anggur tanpa Biji Hasil Rekayasa Genetika dan Berbahaya?

Proses ini pula yang terjadi pada buah anggur tak berbiji. Anggur tanpa biji diperkirakan sudah ada sejak zaman Romawi Kuno. Namun, buah ini baru diperkenalkan ke Amerika Serikat pada pertengahan 1870-an dengan nama Thompson.Anggur tanpa biji ini muncul akibat adanya mutasi genetik alami. Mutasi genetik tersebut membuat biji muda di dalam anggur tidak bisa matang dan berkembang sampai memiliki lapisan keras. Oleh karena itu, terkadang biji kecil dan lunak masih bisa ditemukan dalam buah anggur tanpa biji, seperti dilansir Science Focus.

Hot Topics:TeknoSainsSelasa , 28 Feb 2023, 18:53 WIBBenarkah Anggur tanpa Biji Hasil Rekayasa Genetika dan Berbahaya?Sebagian besar buah tak berbiji muncul akibat adanya mutasi genetik alami.Red: Natalia Endah HapsariRep: Adysha Citra RamadaniPengunjung melihat buah anggur saat Festival Urban Farming. Anggur tanpa biji ini muncul akibat adanya mutasi genetik alami. /ilustrasiRepublika/Putra M. AkbarPengunjung melihat buah anggur saat Festival Urban Farming. Anggur tanpa biji ini muncul akibat adanya mutasi genetik alami. /ilustrasi REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Belum lama ini sempat beredar informasi di media sosial yang menyatakan bahwa buah tanpa biji berbahaya untuk dikonsumsi karena dibuat melalui rekayasa genetika. Faktanya, sebagian besar buah tak berbiji muncul akibat adanya mutasi genetik alami.Sponsored”Setelah (buah tanpa biji ini) ditemukan, (manusia) memperbanyaknya melalui metode grafting (sambung pucuk) atau cutting (stek),” ujar The Sykes Company melalui laman resmi mereka.Baca Juga :Rekayasa Oksigen Agar Kita Bisa Bernapas di MarsProses ini pula yang terjadi pada buah anggur tak berbiji. Anggur tanpa biji diperkirakan sudah ada sejak zaman Romawi Kuno. Namun, buah ini baru diperkenalkan ke Amerika Serikat pada pertengahan 1870-an dengan nama Thompson.Anggur tanpa biji ini muncul akibat adanya mutasi genetik alami. Mutasi genetik tersebut membuat biji muda di dalam anggur tidak bisa matang dan berkembang sampai memiliki lapisan keras. Oleh karena itu, terkadang biji kecil dan lunak masih bisa ditemukan dalam buah anggur tanpa biji, seperti dilansir Science Focus.Tak adanya biji ini membuat buah anggur menjadi lebih mudah untuk dinikmati. Orang-orang tak lagi harus terganggu dengan adanya biji anggur yang terasa keras dan pahit bila tergigit.”Banyak orang kerap menggunakan kata mutasi genetik atau mutan dalam konteks negatif, padahal sering kali apa yang kita inginkan terjadi secara alami (melalui mutasi genetik, seperti buah tanpa biji),” jelas peneliti dari Michigan State University, Ronald Goldy PhD, melalui laman resmi mereka.Karena tak berbiji, anggur tanpa biji tak bisa diperbanyak dengan cara menanamnya. Buah anggur tanpa biji biasanya diperbanyak dengan cara memotong secara diagonal batang pohon anggur tanpa biji yang sudah ada sebelumnya.Batang pohon anggur tersebut lalu dipotong kembali menjadi beberapa bagian. Bagian ujung dari potongan batang pohon tersebut lalu dicelupkan ke dalam hormon akar lalu ditanam. Selanjutnya, akan tumbuh pohon anggur tanpa biji yang baru dengan kondisi genetik yang sama seperti pohon induknya dan mampu memproduksi buah anggur tanpa biji.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *