Bikin Wanita di Solo Tak Bisa Tertawa, Harus Apa Jika ‘Gagal Botox’?

Jakarta – 

Curhat wanita Solo soal gagal botox belakangan ramai disorot. Pasalnya, wanita bernama Eveline Aprilisa mengaku empat bulan wajahnya terasa kaku hingga tidak bisa tertawa pasca melakukan botox full face. Merasa trauma, Eveline bahkan tidak berniat untuk melakukan perawatan kecantikan serupa di masa mendatang.

Dokter aesthetic Resti Agiastuty Eka Putri, dari Euromedica Group menyebut gagal botox biasanya dipicu beberapa hal termasuk alergi dari bahan yang diberikan. Karenanya, seseorang yang ingin melakukan botox sedikitnya wajib memperhatikan tiga hal.

“Yang pertama teliti obat botox yang digunakan, harus memiliki izin FDA approved atau sudah disetujui oleh BPOM, dokter yang melakukan botox harus memiliki sertifikasi botox dan sudah punya pengalaman untuk melakukan botox,” saran dia saat dihubungi detikcom Senin (20/11/2023).

Selain bahan yang diterima, gagal botox juga bisa diakibatkan pasien sudah di fase ‘imun’. Artinya, yang bersangkutan tidak lagi mempan diberikan dosis botox minimal. Hasilnya bisa jadi tidak terlihat atau bahkan nihil efek apapun setelah bahan disuntikkan.

Sementara untuk pemberian botox full face seperti yang dilakukan Eveline, dr Resti menyebut memang ada beberapa catatan.

“Untuk botox full face risikonya memang da tapi bila dikerjakan di titik yang tepat dengan dosis yang sesuai, itu sama sekali tidak berisiko.”

Baca juga:Kata Dokter soal Botox, Bikin Wanita di Solo Tak Bisa Senyum 4 Bulan

Poin berisiko lain yang perlu diperhatikan adalah lamanya waktu retouch. Seseorang yang sudah dibotox dalam kurun kurang dari enam bulan, sebaiknya menunda dulu pemberian kedua, untuk meminimalisir kemungkinan terjadi alergi atau efek yang tidak diinginkan.

“Untuk pertama kali botox diberikan biasanya dengan dosis yang cukup atau dosis relatif sedang, tidak boleh terlalu bnyak dan masih di area wajah, untuk yang pertama kali melakukan botox baiknya dilakukan dosis minimal untuk kemudian diretouch lagi 4 sampai 6 bulan ke depan,” pesan dia.

“Retouch botox baiknya dilakukan di 6 bulan, karena kalau terlalu sering atau di bawah 6 bulan biasanya tidak disarankan, karena bisa memberikan efek imun ke dalam kulit. Oleh karena itu baiknya dalam setahun satu atau dua kali, maksimal 3 kali setahun,” beber dia.

Bila Hasil Botox Tidak Sesuai, Harus Bagaimana?

Cara mengatasi hasil botox yang tidak sesuai yakni dengan melakukan perawatan radio frekuensi (RF). RF disebut dr Resti perlu dilakukan sekala berkala.

Efek botox kemungkinan akan menurun selama tiga bulan pasca perawatan. Pasien juga bisa mendatangi faskes.

“Jika mengalami beberapa efek samping di wajah seperti alis naik atau wajah kurang diinginkan, bisa dikoreksi dengan datang langsung ke kinik dikoreksi oleh dokter,” pungkasnya.

Baca juga:Viral Wajah Wanita Solo Jadi Kaku, Ini Saran Dokter Biar Tak Terjadi ‘Gagal Botox’

Simak Video “Fakta Ginjal Kronis di Singapura, Estimasi Kasus Tembus 300 Ribu Pasien”

(naf/kna)

botoxbotox adalahfillergagalviral


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *