Cerita Anak Misteri Terbaru : Misteri Sumur Tua

Di suatu kota, hidup dua orang anak yang bersekolah di sekolah yang sama. Sekolah keduanya adalah sekolah elit yang biaya bulanannya mahal. Mereka duduk di bangku SD kelas 1.

Kedua anak tersebut bernama Danny dan Albert. Danny adalah anak orang kaya yang tidak pernah sombong dan selalu rendah hati. Danny juga terkenal pandai dan rajin. Sementara Albert merupakan anak orang kaya yang sombong dan terkenal sebagai pemalas.

cerita misteri anak

Berkebalikan dengan Danny yang suka membantu teman – temannya, Albert justru menjadi salah satu orang yang lebih suka mengganggu dan membully teman – teman lainnya. Suatu hari, Albert menjahili Danny.

Albert meletakkan sebuah permen karet bekas berwarna putih di bangku Danny. Danny yang baru datang tanpa curiga dan tanpa melihat bangkunya, ia langsung duduk begitu saja. Ketika ingin berdiri, celananya terkena permen karet yang menimbulkan bekas noda di celana tersebut.

Karena hal itu, Albert lantas mengejek Danny dan menertawakannya. Keusilan Albert tidak sampai disitu saja. Ia bahkan sering melakukan keusilan yang lebih parah ke teman – teman lainnya. Tidak tahan dengan sikap dan perlakuan Albert, Danny kemudian melawan Albert.

anak laki - laki

“Hei, Albert. Kamu jangan hanya berani dengan anak – anak yang kamu rasa lemah saja. Kami temanmu, kami juga punya perasaan dan berhak diperlakukan sama. Kita di sini sama – sama bersekolah dan sama – sama membayar bukan hanya kamu saja yang punya kepentingan di sini!” ungkap Danny.

Melihat Danny yang sudah mulai berani melawan, Albert tentu kesal. Albert pun menantang Danny. “Hmm, oke kita buat kesepakatan. 1 km dari sekolah ini, ada sebuah danau. Di seberang danau, terdapat hutan keramat yang di dalamnya tersimpan banyak boneka misterius. Kalau kamu bisa mengambil satu saja boneka misterius yang tersimpan di sana, aku berjanji tidak akan mengganggumu.

Meski dengan perasaan ragu, tapi Danny yang tidak ingin dianggap sebagai pengecut menyanggupi permintaan Albert itu.

Sore harinya, Danny tidak langsung pulang ke rumah. Ia berpamitan kepada sopir yang biasanya menjemput bahwa hari itu ia akan pulang telat dan meminta kepada pak sopir untuk mengatakan seperti pesannya kepada orang tuanya.

Setelah berpamitan kepada pak sopir, Danny meminjam sepeda temannya dan mengayuhnya ke arah danau. Di danau tersebut, ada persewaan perahu yang bisa mengantarkan Danny ke hutan keramat.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *