Fakta Kasus Google, Masa Depan Internet Berubah Total

Jakarta, CNBC Indonesia  Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada pekan ini akan menyelesaikan tahap pembuktian dalam persidangan dengan Google. Raksasa mesin pencari tersebut dituduh melanggar Undang-Undang Antimonopoli dengan taktik yang digunakan untuk mendominasi interenet dan iklan online.

Dalam uji coba yang dimulai pada 12 September dan dijadwalkan berakhir pada pekan ini, Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) berusaha membuktikan bahwa Google adalah perusahaan yang menyalahgunakan kekuatannya untuk memperoleh keuntungan sendiri.

Untuk mengetahui secara jelas tentang kasus Google yang disebut terbesar sepanjang sejarah, berikut 5 poin penting yang perlu Anda ketahui, dirangkum CNBC Indonesia, Jumat (17/11/2023), dari Reuters.

Google Bayar Triliunan Rupiah

Saksi dari raksasa telekomunikasi Verizon, produsen HP Samsung, dan Google sendiri, mengaku bahwa perusahaan membayar US$ 26 miliar pada 2021 untuk memastikan bahwa mesin pencarinya menjadi layanan default (otomatis) pada HP dan broser.

Hal ini untuk menjaga pangsa pasar Google tetap dominan di industri. Dalam kesaksiannya, CEO Google Sundar Pichai mengaku penting untuk membuat layanannya terpatri secara default di HP, tablet, dan laptop.

“Kami tentu saja melihat nilainya,” kata dia.

Dominasi Google Bikin Harga Iklan Mencekik

Chief Media Officer untuk UM Woldwide, Joshua Lowcock, merupakan saksi untuk pemerintah AS. Ia menilai dominasi mesin pencari membuat raksasa tersebut turut menguasai pasar iklan digital.

Berkat monopoli tersebut, Google secara semena-mena menaikkan harga iklan online dalam 10 tahun terakhir. Wakil Presiden dan Manajer Periklanan Google, Jerry Dischler, mengakui perusahaan memperoleh lebih dari US$ 100 miliar pada 2020 lalu dari iklan di mesin pencari.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *