Jangan Bingung! Pahami Penyebab dan Gejala Alergi Susu pada Anak

KOMPAS.com – Ada banyak jenis alergi yang bisa terjadi pada Si Kecil. Salah satu alergi makanan yang umum dialami adalah alergi susu sapi. Namun, tidak sedikit orangtua yang kerap bingung dengan penyebab dan gejala alergi pada Si Kecil. Alergi susu sapi terjadi karena respons abnormal dari sistem imun tubuh terhadap kandungan protein yang terdapat pada susu sapi maupun produk turunannya. Biasanya, susu sapi menjadi penyebab utama timbulnya alergi susu sapi. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa susu yang dihasilkan mamalia lain, seperti kambing dan domba, juga bisa menimbulkan reaksi alergi. Jika seseorang memiliki alergi susu sapi, sistem imun tubuh akan bereaksi berlebihan terhadap salah satu atau beberapa jenis protein pada susu. Dilansir dari my.clevelandclinic.org, terdapat dua jenis protein utama yang terkandung dalam susu. Pertama, casein yang merupakan protein utama dalam susu sapi. Casein menyusun sekitar 80 persen protein dalam susu. Protein ini pula yang membuat susu berwarna putih. Casein sendiri membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa dicerna tubuh. Ketika susu basi, casein akan berubah menjadi padat dan menggumpal. Selain pada susu segar, casein juga bisa ditemukan dalam keju dan yoghurt. Casein bermanfaat untuk mencegah kerusakan otot serta membangun dan memelihara jaringan otot tubuh. Kedua, whey. Kandungan protein whey pada susu sapi hanya berkisar 20 persen. Protein ini lebih mudah diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh ketimbang casein. Hal ini karena whey memiliki nilai biologis lebih tinggi. Berbeda dengan casein, whey akan tetap berwujud cair saat susu basi. Masih dikutip dari laman yang sama, dikatakan bahwa sebenarnya alergi susu sapi dapat terjadi pada siapa saja. Namun, kondisi ini lebih banyak terjadi pada anak di bawah usia 1 tahun dan gejalanya cenderung menurun setelah usia 3 tahun Kebanyakan anak-anak yang mengalami alergi susu sapi gejalanya akan cenderung menurun dan hilang sendirinya. Akan tetapi, kondisi ini harus tetap diwaspadai karena dapat menimbulkan gejala yang memengaruhi kondisi kesehatan. Oleh karena itu, orangtua perlu mengetahui apa saja gejala yang dialami Si Kecil jika mengalami alergi susu sapi, terutama jika terjadi setelah mengonsumsi produk susu sapi dan turunannya. Berikut adalah penjelasannya. Ruam pada kulit Gejala awal yang dapat timbul akibat reaksi alergi susu sapi adalah ruam (bintik kemerahan) pada kulit. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa gatal yang bisa disertai dengan rasa seperti terbakar atau menyengat. Ukuran ruam pun beragam, mulai dari sebesar ujung jari hingga berukuran lebih besar seperti piring. Diberitakan Kompas.com, Rabu (1/3/2023), gejala ruam kulit bisa diredakan dengan menggunakan kompres dingin. Caranya, dengan membasuh kulit Si Kecil secara perlahan dengan kain bersih yang sudah dibasahi air dingin. Selain itu, orangtua juga bisa memandikan Si Kecil dengan air hangat dan sabun yang lembut di kulit. Diare Reaksi diare akibat alergi susu sapi bisa timbul dengan cepat, bahkan hanya sesaat setelah anak mengonsumsi susu sapi. Diare ini terjadi sebagai reaksi dari sistem imun yang mengenali kandungan dalam susu sebagai zat asing yang berbahaya untuk tubuh. Gejala ini pun mesti diwaspadai. Jika tidak segera ditangani, diare bisa menyebabkan dehidrasi pada anak. Mual atau muntah Rasa mual dan muntah yang terjadi tidak lama setelah anak mengonsumsi susu juga bisa menjadi gejala alergi susu sapi. Gejala ini dapat menyebabkan Si Kecil malas makan atau nafsu makan berkurang. Jika dibiarkan dapat mengganggu tumbuh kembangnya. Perut kembung dan kram Perut kembung juga bisa muncul sebagai reaksi dari alergi susu sapi. Hal ini karena saluran pencernaan tidak dapat menerima kandungan dalam susu yang menyebabkan rasa tidak nyaman pada area perut. Selain itu, alergi susu sapi juga bisa menyebabkan kram atau sakit pada perut. Bengkak pada wajah, bibir, atau tenggorokan Gejala lain yang patut diwaspadai adalah bengkak pada area wajah, bibir, atau tenggorokan sesaat setelah mengonsumsi susu sapi.Kondisi ini menyebabkan penyempitan saluran napas, salah satunya karena pembengkakan tenggorokan sehingga penderita sulit bernapas. Pada kondisi alergi berat, alergi susu sapi dapat menyebabkan syok anafilaksis. Dilansir dari laman Mayo Clinic, kondisi ini menyebabkan gangguan aliran darah dan penyerapan oksigen sehingga menimbulkan sejumlah gejala, di antaranya ruam kulit, tekanan darah menurun drastis, kesulitan bernapas, berbicara, dan menelan, pingsan, dan kulit membiru. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat berakibat fatal karena dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti berhenti bernapas, gagal ginjal, aritmia, kerusakan otak, penyumbatan atau peradangan saluran napas, serangan jantung, dan kematian. Itulah lima gejala alergi susu sapi yang harus diwaspadai. Jika anak mengalami salah satu atau beberapa gejala tersebut, segera bawa ke dokter anak untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dan diagnosis yang tepat. Kemudian, untuk mencegah risiko terjadinya berbagai gejala tersebut di kemudian hari, sebaiknya hindari memberikan asupan susu sapi dan produk turunannya kepada Si Kecil. Meski begitu, Bunda tidak perlu khawatir Si Kecil tidak bisa mendapatkan nutrisi baik untuk pertumbuhan anak dari susu sapi. Sebab, Bunda bisa mengganti asupan susu sapi dengan susu pertumbuhan yang memiliki isolat protein kedelai, seperti Morinaga Chil Kid Soya.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *