Kasus ISPA Meningkat Saat Polusi Udara, Begini Cara Mencegahnya

KOMPAS.com – Hidung tersumbat, pilek, batuk, sakit kepala, kelelahan, dan demam menjadi gangguan kesehatan yang kerap dikeluhkan masyarakat, termasuk anak-anak, di wilayah Jakarta dan sekitarnya beberapa waktu terakhir. Gangguan kesehatan yang merupakan gejala infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) itu terjadi akibat polusi udara yang meningkat. Dilansir dari National Institutes of Health (NIH), ISPA menyerang saluran pernapasan atas yang terdiri dari saluran udara dari lubang hidung ke pita suara di laring, termasuk sinus paranasal dan telinga tengah. Adapun ISPA dapat berupa radang tenggorokan, batuk, pilek, dan flu. Tak hanya memengaruhi saluran pernapasan, ISPA juga memiliki efek sistemik karena berisiko terhadap perluasan infeksi atau toksin mikroba, peradangan, dan penurunan fungsi paru. ISPA sangat berbahaya bagi anak-anak, orang lanjut usia (lansia), dan orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh. Sebagai informasi, ISPA disebabkan oleh ratusan jenis bakteri dan virus. Kedua mikroba ini biasanya masuk ke dalam tubuh melalui hidung dan mulut. ISPA bisa menular melalui udara, seperti bersin atau batuk. Tak heran, infeksi ini mudah menular pada kelompok usia anak-anak. Di tengah situasi polusi, ISPA pada anak sebenarnya bisa dicegah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Secara umum, berikut 5 tip mencegah ISPA pada anak di tengah polusi udara yang meningkat. 1. Rajin mencuci tangan ISPA bisa menular melalui benda yang terkontaminasi). Oleh sebab itu, mencuci tangan dengan sabun harus menjadi salah satu perilaku hidup bersih dan sehat yang ditanamkan pada anak. Tumbuhkan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, terutama sebelum dan sesudah makan, serta setelah menggunakan toilet. 2. Pakai masker saat berada di luar ruangan Particulate matter atau PM 2.5 merupakan salah satu polutan polusi udara yang menyebabkan ISPA dan pneumonia, terlebih pada kelompok usia rentan, seperti anak-anak. Untuk menghindari paparan PM 2.5 dan polutan lain, pastikan anak untuk menggunakan masker saat berada di luar ruangan. Pasalnya, masker dapat menyaring udara kotor sebelum terhirup oleh anak.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *