Melawan sunyi: Seorang pelajar tuli bersuara untuk lingkungan hidup yang lebih sehat

Agis baru berusia 15 tahun ketika ia terpaksa meninggalkan kota kelahirannya yang permai di Takengon, Aceh. Ia pergi menuju Banda Aceh, ibu kota provinsi, demi melanjutkan pendidikan mengingat keterbatasan sekolah jenjang SMA untuk pelajar tuli sepertinya di Takengon. Agis yang tumbuh besar dilatari danau terbesar di Aceh dan barisan pegunungan, kerap kecewa saat melihat tumpukan sampah dan tanda-tanda pencemaran setiap kali menempuh perjalanan pulang dari Banda Aceh pasa masa liburan sekolah. Perhatiannya kepada isu lingkungan hidup pun tumbuh, dan kini Agis bercita-cita meneruskan pendidikan hingga jenjang universitas agar dapat menjadi guru sains. Ia ingin dapat mendidik generasi penerus agar mau merawat lingkungan.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *