Mengenal Lebih Dekat Tentang Kriptografi

Sepanjang tahun 2021 saja telah tercatat setidaknya sekitar 1,6 miliar serangan siber telah terjadi, apalagi sekarang sudah berapa ya! Sungguh tidak heran lagi, catatan tersebut  menunjukkan data-data yang di input pada jaringan internet masih rawan terhadap serangan siber.

Keamanan Jaringan Komputer

Pesatnya perkembangan teknologi informasi telah menjadi bagian dari aspek kehidupan masyarakat di berbagai bidang. Banyaknya pemanfaatan teknologi informasi membuat semakin mudahnya pertukaran informasi maupun data secara real time

Seiring pemanfaatan teknologi informasi, sangat penting untuk memahami keamanan data dalam menjaga kerahasiaan informasi, terutama jika informasi tersebut di input dan terhubung dengan jaringan komputer lainnya.

Terdapat 4 kategori yang saling berkaitan dengan keamanan jaringan komputer seperti:

  1. Secrecy/Confidentiality 

Informasi yang dikirimkan melalui jaringan komputer bersifat rahasia sehingga harus dijaga dengan baik dan tidak dapat diketahui oleh pihak yang tidak berhak mengetahui informasi tersebut

  1. Authentication 

Harus terdapat identifikasi terhadap pihak-pihak yang sedang melakukan komunikasi melalui jaringan. Pihak yang memanfaatkan jaringan untuk berkomunikasi harus dapat memastikan bahwa pihak lawan yang sedang diajak berkomunikasi adalah benar-benar pihak yang dikehendaki.  

  1. Nonrepudiation 

Perlu adanya pembuktian korespondensi antara para pihak yang mengirimkan suatu informasi dengan informasi yang dikirimkan melalui jaringan komputer. Dengan pembuktian tersebut, identitas pengirim suatu informasi dapat dipastikan secara tepat.

  1. Integrity Control 

Informasi yang diterima oleh pihak penerima harus sama dengan informasi sebenarnya yang ingin dikirim oleh pihak pengirim. Informasi yang telah mengalami perubahan yang dilakukan secara sengaja selama proses pengiriman, harus dapat diketahui oleh pihak penerima. 

Selain memahami keempat hal di atas, Sobat HeyLaw juga perlu memahami mengenai apa itu kriptografi untuk menghindari serangan siber dalam jaringan komputer.

Apa itu Kriptografi?

Bagi masyarakat awal pastinya istilah kriptografi masih asing, namun kriptografi telah menjadi bagian penting dalam dunia teknologi informasi. Hampir semua teknologi informasi yang Sobat HeyLaw gunakan, telah menerapkan kriptografi untuk mencegah serangan siber terhadap data atau informasi.

Kriptografi (cryptography) berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata cryptós yang berarti rahasia dan gráphein yang berarti kata tulisan. Dengan demikian, kriptografi diartikan sebagai tulisan rahasia.

Awalnya ada yang menyebut kriptografi sebagai ilmu dan seni untuk menjaga keamanan pesan. Kemudian arti kriptografi berkembang sebagai ilmu yang mempelajari metode untuk mengirimkan pesan secara rahasia sehingga hanya penerima yang dimaksud yang dapat menghapus dan membaca pesan tersebut.

Jadi intinya kriptografi merupakan ilmu sekaligus seni untuk menjaga keamanan pesan yang sedang dikirimkan. Umumnya, kriptografi adalah teknik pengamanan informasi melalui enkripsi (metode mengubah bentuk data menjadi kode yang sulit) sehingga menjadi informasi baru yang tidak dapat dimengerti oleh orang yang tidak berhak menerimanya, dan informasi tersebut hanya dapat diubah kembali oleh orang yang berhak menerimanya.

Tujuan Adanya Kriptografi

Apa saja?

Tujuan utama adanya kriptografi, yaitu untuk menjaga kerahasiaan pesan dengan menyembunyikan data/informasi menggunakan enkripsi. Tujuan kedua sebagai jaminan supaya informasi tetap dijaga secara utuh tanpa mengalami perubahan dari saat dibuat/dikirim hingga saat informasi tersebut dibuka.

Selain itu, kriptografi berfungsi sebagai penyangkalan untuk membuktikan bahwa suatu dokumen dalam jaringan berasal dari seseorang tersebut. Kemudian, kriptografi menjalankan fungsi autentikasi. Autentikasi untuk mengidentifikasi keaslian suatu pesan dan memberikan jaminan keotentikannya, serta untuk menguji identitas seseorang bila ia akan memasuki sebuah sistem.

Jenis-Jenis Kriptografi 

Jenis kriptografi dibagi menjadi tiga, antara lain:

  1. Kriptografi Simetris

Jenis kriptografi ini memiliki kecepatan proses yang lebih cepat dibandingkan kriptografi asimetri yang akan dijelaskan di bawah nanti. Kriptografi ini lebih cepat karena menggunakan perhitungan matematika dalam proses enkripsi dan deskripsi. 

Gampangnya kriptografi jenis ini mengasumsikan penerima dan pengirim telah berbagi kunci tertentu sebelum pesan dikirim sehingga keamanan terletak pada kerahasiaan kunci. Contoh kriptografi ini seperti S­DES (simplified­-DES), DES  (Data  Encryption Standard),   IDEA (International Data  Encryption  Algorithm), dan BLOWFISH.

  1. Kriptografi Asimetri

Kriptografi ini berbeda dengan jenis kriptografi sebelumnya, dimana kunci yang  digunakan  untuk  enkripsi dan dekripsi adalah berbeda dan bersifat berpasangan. Proses enkripsi menggunakan kunci publik yang dapat dimiliki oleh siapa saja yang mengirimkan data, sedangkan proses deskripsi menggunakan kunci privat yang tetap dirahasiakan. Kelebihan kriptografi ini, yaitu dapat memberikan jaminan keamanan meskipun di antara pihak tidak  ada persetujuan mengenai keamanan data terlebih dahulu.

  1. Kriptografi Campuran

Jenis kriptografi ini menggabungkan kedua kriptografi di atas, dengan tujuan untuk menggabungkan kelebihan jenis masing-masing kriptografi. 


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *