Tetap Aktif Seiring Bertambahnya Usia, Begini Cara Jaga Kesehatan Otot, Tulang, dan Jantung

KOMPAS.com – Fungsi organ tubuh dan jaringan semakin berkurang seiring bertambahnya usia dan hal ini tidak bisa dihindari. Sebut saja, mulai dari penurunan fungsi jantung, tulang, hingga otot. Seperti diketahui, ketiga organ tubuh dan jaringan itu sangatlah penting bagi aktivitas harian manusia. Sebut saja jantung yang merupakan organ vital yang sangat penting. Pasalnya, berbagai organ tubuh bergantung pada jantung supaya dapat bekerja optimal.  Begitu juga tulang yang punya peran penting karena berfungsi untuk membantu tubuh bergerak dengan menjaga struktur tubuh, melindungi organ tubuh, serta menjaga otot. Sementara itu, otot adalah bagian tubuh yang berfungsi mengubah energi menjadi gerakan. Berkat otot, manusia dapat menggerakkan anggota tubuh. Seiring berjalannya waktu, ketiga fungsi organ tersebut dapat mengalami penurunan. Berkurangnya fungsi jantung dapat meningkatkan risiko penyakit jantung yang membahayakan jiwa. Kekuatan dan kepadatan tulang yang berkurang seiring waktu, juga dapat meningkatkan risiko gampang jatuh dan osteoporosis. Di sisi lain, penurunan fungsi otot dapat menyebabkan ketidakmampuan seseorang untuk bergerak aktif. Oleh karena itu, menjaga kesehatan ketiga organ tersebut menjadi prioritas agar fungsinya tetap optimal. Caranya, selain dengan rutin melakukan check-up, Anda juga perlu memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan ketiga organ itu seiring bertambahnya usia.  Berikut ini, tiga cara menjaga kesehatan otot, tulang, serta jantung yang harus Anda lakukan. Menjaga massa otot Perlu diketahui, penurunan hormon dan menurunnya aktivitas fisik juga berkontribusi terhadap berkurangnya massa otot. Salah satu cara untuk menjaga massa otot tetap sehat seiring bertambahnya usia adalah dengan memenuhi kebutuhan protein.  Protein dapat mempertahankan massa otot sekaligus mencegah penurunan lebih lanjut. Dengan meningkatkan asupan protein, tentunya dapat membantu menjaga kekuatan fisik dan kualitas hidupnya. Pasalnya, massa otot memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas, kemandirian, serta fungsi fisik yang optimal. Selain itu, protein juga dapat membantu memulihkan dan memperbaiki otot setelah latihan atau cedera. Ini membantu seseorang dalam mengurangi risiko peradangan dan mempercepat proses pemulihan otot. Adapun makanan sumber protein tinggi di antaranya daging, ikan, telur, susu, kacang-kacangan serta biji-bijian Meningkatkan kesehatan tulang  Tulang merupakan jaringan hidup yang terus-menerus mengalami pembentukan dan regenerasi. Seiring bertambahnya usia, tulang rentan mengalami kerapuhan karena berkurangnya massa tulang. Oleh karena itu, tubuh membutuhkan asupan kalsium dan vitamin D untuk menajaga kepadatannya. Kalsium sendiri merupakan komponen utama dalam struktur tulang. Asupan kalsium yang memadai diiringi kegiatan fisik secara teratur dapat membantu mempertahankan kepadatan tulang, mengurangi risiko osteoporosis, serta patah tulang pada usia lanjut. Nah, makanan yang kaya kalsium umumnya berasal dari produk olahan susu, seperti susu, yogurt, dan keju. Selain kalsium, vitamin D juga penting untuk menunjang kesehatan tulang. Vitamin D dapat memaksimalkan penyerapan dan penggunaan kalsium dalam tubuh. Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dari makanan dan membantu mempertahankan kadar kalsium yang seimbang dalam darah. Kombinasi asupan kalsium dan paparan sinar matahari penting untuk kesehatan tulang yang optimal. Selain sinar matahari, vitamin D juga bisa didapat dari seldom, mackerel, produk olahan susu, serta telur. Menjaga kesehatan jantung Mengonsumsi makanan dan minuman kaya serat inulin, antioksidan, dan lemak baik dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Seperti diketahui, serat inulin merupakan jenis serat yang larut dalam air. Serat dapat mengikat kolesterol jahat (LDL) dan mengurangi penyerapannya ke dalam aliran darah. Dengan demikian, serat dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung. Adapun makanan yang mengandung serat inulin di antaranya bawang, pisang, jahe, serta gandum utuh. Selain serat inulin, makanan yang mengandung omega 3 dan 6 yang merupakan lemak baik juga dinilai mampu menjaga kesehatan jantung. Asam lemak omega-3 yang memiliki efek antiinflamasi dan antitrombotik dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner. Pasalnya, asam lemak ini dapat menurunkan kadar trigliserida dalam darah yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *